Suatu hal jika semakin dipikirkan maka semakin membuat kita kebingungan. Jadi beberapa hal cukup dinikmati saja prosesnya agar bisa sampai tujuan. Seperti wabah Covid 19 yang tidak pernah saya bayangkan bahkan pikirkan sebelumnya bisa merubah banyak sekali tatanan hidup manusia di dunia. Dari suatu hal yang tidak tampak bentuknya menimbulkan perubahan besar yang merugikan banyak orang.
Proses perubahan tidak selalu menyangkut banyak hal buruk di dalamnya, karena seburuk apapun suatu hal pasti ada secuil kebaikan yang tersimpan. Dari wabah Covid 19 ini saya belajar banyak bagaimana setiap proses cukup dilalui bukan hanya dipikirkan setiap hari. Usaha yang terbaik harus dilakukan tanpa pamrih, karena seperti kata pepatah, bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Maka dari itu usaha kita dalam berproses harus dilakukan sebaik-baiknya.
Covid 19 membuat saya sebagai pelajar harus berusaha untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran baru yaitu dinamakan pembelajaran online/daring. Awalnya tidak terlalu sulit untuk mengikuti pembelajaran secara online, tapi semakin lama saya jadi rindu suasana belajar di ruang kelas bersama teman-teman.
Namun dengan kebiasaan pembelajaran online/daring ini sebenarnya memudahkan saya sebagai pelajar untuk belajar sendiri di rumah. Sehingga sudah nyaman belajar di rumah walau tanpa adanya teman-teman. Karena di dukung dengan TIK yang semakin berkembang pesat, pembelajaran online cukup menyenangkan, walaupun kadang ada beberapa guru atau dosen memberikan tugas dengan deadline yang harus selesai hari itu juga.
Pembelajaran online memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama-sama bisa saya atasi karena pandemi tidak memungkinkan adanya pembelajaran tatap muka. Meski harus tetap bertahan dalam rasa bosan karena saking lamanya belajar sendiri di rumah. Berikut kelebihan dan kekurangan pembelajaran online/daring:
- Kelebihan:
1. Dapat diakses dengan mudah.
2. Hemat biaya.
3. Memperluas wawasan.
4. Melatih penguasaan TIK yang terus berkembang.
5. Melatih kemandirian pelajar.
- Kekurangan:
1. Keterbatasan akses internet.
2. Pemahaman materi menjadi lebih lama atau sulit.
3. Berkurangnya interaksi dengan pengajar.
4. Minimnya pengawasan pengajar saat pembelajaran.
5. Waktu belajar dan mengerjakan tugas kurang fleksibel.
6. Terganggunya konsentrasi pelajar saat pembelajaran.
Di balik dari kekurangannya, pembelajaran online sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi penyebaran virus covid 19 saat ini. Semoga saja dengan adanya pembelajaran online yang sudah sekitar 1,5 tahun lamanya ini dapat kembali lagi dalam kehidupan normal, lalu kembali bersekolah/kuliah dengan pembelajaran tatap muka. Bertahan sebentar lagi untuk pembelajaran online dengan tugas-tugasnya yang membeludak. Kita sudah hampir sampai tujuan untuk keluar dari wabah virus ini. TETAP SEMANGAT PREN!
Sumber referensi:
https://ruber.id/pendidikan-dasar-hingga-pendidikan-tinggi-beralih-ke-pembelajaran-daring/
Komentar
Posting Komentar