Tiap Orang Belum Tentu Satu Jalan

  



    Mimpi... Impian... Cita-cita...

    Apa bisa jadi nyata?

    Pertanyaan kadang enggak perlu ditanyain. Kita cuma perlu lakuin apa yang jadi pertanyaan itu untuk menemukan jawabannya sendiri. Rasa penasaran yang bisa hilangin ya diri kita sendiri. Bahwa nyatanya emang cuma diri sendiri yang bisa nolongin pertama kali. Sesempurna apapun orang lain, mereka enggak akan pernah selalu ada untuk kita. Karena Tuhan ciptain masing-masing manusia untuk bisa hidup sendiri dan percaya sama Dia.

    Tuhan enggak akan menukar apapun yang emang bakal jadi milik kita. Karena persoalan kehidupan memang tidak selalu berkaitan dengan hal yang kita inginkan, tetapi yang pantas kita dapatkan. Kita cuma perlu percaya kalau rencana Tuhan sudah pasti yang terbaik untuk semua manusia.

    Kita emang cuma manusia yang enggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi kita bisa perjuangin semua impian untuk kelak kita dapatkan. Di balik perjuangan itu akan ada perasaan-perasaan yang mengikuti di belakang. Perasaan yang sebenarnya ada karena imajinasi berlebih yang kita ciptakan sendiri saja. Karena pikiran manusia lebih bahaya daripada pisau tajam.

    Sekacau apapun pikiran, jangan sampai, jangan sampai ada keinginan untuk mengakhiri kehidupan. Tuhan masih punya banyak hal baik untuk cerita kita selanjutnya. Jadi, kalau belum waktunya, kita harus tetap bertahan sesulit apapun rintangan yang ada di depan. 

    Perihal bertahan dalam perjuangan enggak ada yang gak bisa, tergantung kita mau atau enggak. Karena kita semua bisa, asalkan mau berusaha dan percaya bahwa masih banyak cerita lain yang siap kita masuki untuk petualangan-petualangan seru di bumi. Walaupun petualangan itu nanti pasti diikuti perasaan takut untuk tetap lanjut ke depan atau mengakhiri di tengah jalan. Gapapa, lanjutin aja, kalau capek berhenti dulu ya, jangan menyerah!

    Enggak semua orang punya mimpi yang sama, enggak semua mimpi bisa jadi nyata. Jalan tiap orang kan beda-beda, jadi kalau kamu lagi merasa, "Duh kayaknya gue gak bakal bisa wujudin mimpi yang ini deh. Kayaknya mimpi gue ketinggian deh. Nih kok mimpi gue makin susah buat jadi nyata. Apa mungkin gue salah atur rencana ya? Duh, harusnya gue enggak di sini, tersesat nih, gue salah jalan."

    Tenang aja, gapapa, karena kita bisa atur ulang rencana untuk melewati jalan berbeda dari yang lainnya. Tersesat itu bukan berarti kita salah jalan, Tuhan cuma buat kita melewati jalan lain yang lebih panjang. Jalan dengan tantangan-tantangan yang enggak bisa kita rasakan kalau gak melaluinya. Jadi, enggak perlu takut kalau kita akan terus tersesat. Karena pasti akan ada jalan keluar yang buat kita lebih tahu kalau ada jalan lain dengan tantangan-tantangan yang bisa jadi pengalaman.

    Takut itu wajar, tapi ketakutan adalah imajinasi berlebih yang kita ciptakan. When i get scared, i always remember what someone say to me. He said, "Kalau kamu takut, cuma kamu yang bisa menaklukkan itu. Setakut apapun kamu, harus tetap melangkah maju. Supaya kamu tahu apa yang akan terjadi sama kamu."

    Dia akan selalu jadi bagian terpenting yang membuat saya bangkit dan terus melangkah ke depan. Walau kalimat itu ia ucapkan tanpa sadar bahkan sekarang mungkin dia sudah lupa, tapi kalimat sederhana yang ia ucapkan waktu itu akan terus tertanam dalam ingatan saya.

    Jadi intinya, kita punya jalannya masing-masing, enggak perlu takut kalau gak dapat kayak yang lain, karena tiap orang belum tentu satu jalan. Dan untuk sampai tujuan, kita punya waktu terbaik yang tidak terduga. SEMANGAT SEMUANYA! 



Komentar